Program Diseminasi Produk Teknologi Ke Masyarakat – Kemenristek Dikti 2019 – Mesin Pengolah Jamu Tradisional Untuk Meningkatkan Produktivitas UKM Jamu Desa Sruni Gedangan Sidoarjo

PERAN UNESA DALAM DISEMINASI PRODUK TEKNOLOGI KE MASYARAKAT MELALUI MESIN PENGOLAH JAMU TRADISIONAL

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan rempah-rempahnya yang melimpah. Secara umum, rempah-rempah ini diolah menjadi sayuran beraroma, buah kering, obat, dan tanaman obat yang dikemas dalam bentuk jamu. Jamu adalah sebutan obat tradisional dari indonesia. Belakangan ini populer dengan istilah Jamu Herbal. Jamu yang merupakan minuman herbal kini menjadi primadona di masyarakat, dengan berbagai kandungan manfaat di dalamnnya serta hargannya yang terjangkau kian diminiati oleh semua kalangan masyarakat. Menurut data Kementrian Perdagangan dan Industri pada tahun 2017 di Indonesia terdapat 103 industri pengusaha jamu. Salah satu UKM yang bergelut di bidang pembuatan jamu ini adalah Ibu Siti Harnani dan Eka Yuniasih yang beralamatkan di Desa Sruni, Kab. Sidoarjo. Berdasarkan observasi di UKM mitra, proses pembuatan jamu dimulai dengan mengupas beberapa bahan pokok lalu mencucinya. Mengupas membutuhkan waktu yang sangat lama, terlebih bentuk dari akar-akaran yang tidak beraturan. Jika dalam mengupas kurang bersih maka hal ini dapat mengurangi ke higienisan pada jamu yang akan dibuat. Setelah proses pengupasan, bahan pokok tersebut diparut lalu diperas untuk diambil sarinya, kemudian disaring, ditambahi rempah-rempah dan dimasak untuk dijadikan dalam bentuk cairan maupun ekstrak.

Berdasarkan pemaparan Bu Siti dan Bu Eka, ternyata masih banyak kendala yang dialami pada proses pembuatan jamu yaitu, dalam proses pengupasan rempah-rempah yang masih manual. Dalam proses pengupasan ini memerlukan waktu yang sangat lama, belum lagi jika pengupasan tidak begitu bersih  maka perlu dibersihkan secara menyeluruh karena hal ini berdampak pada kebersihan dan higienisan jamu. Selain dalam proses pengupasan juga terdapat masalah pada proses pengadukan saat proses ekstraksi jamu yang masih dilakukan dengan manual. Menurut mereka, hal utama yang menjadi kendala dalam proses pembuatan jamu ekstraksi adalah proses pengadukan dikarenakan harus mengaduk dengan tangan dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan kelelahan yang menghambat proses produksi. Proses pengekstrakan memerlukan waktu yang relatif lama sekitar 4 jam sehingga produktivitas tidak terpenuhi. Selain itu, kualitas ekstrak jamu yang dihasilkan kurang maksimal karena suhu pemanasan tidak stabil.

Melalui program Diseminasi Produk Teknologi Ke Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Tahun 2019, tiga dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yaitu Dr. Any Sutiadiningsih, M.Si., Agung Prijo Budijono, M.T., Novi Sukma Drastiawati, M.Eng. tergerak untuk membantu menyelesaikan permasalahan UKM jamu tersebut melalui Diseminasi Mesin Pengolah Jamu Tradisional yang terdiri dari mesin pengupas rempah-rempah, mesin pengepres semi otomatis dan mesin ekstraksi jamu semi otomatis. Berdasarkan hasil implementasi produk mesin pengolah jamu ke UKM mitra diperoleh banyak manfaat diantaranya yaitu : (1) Proses pengupasan rempah-rempah yang semula butuh 60 menit menjadi 10 menit; (2) Proses pemerasan 10 kg rempah-rempah menjadi sari jamu yang semula membutuhkan waktu 30 menit/proses menjadi 5 menit/proses; (3) Dengan menggunakan mesin pengolah jamu ini pengerjaan pengupasan rempah-rempah yang dilakukan manual dapat dilakukan dengan menggunakan mesin. Hal ini tentunya dapat menghemat tenaga, sehingga tidak mudah lelah. Serta juga dalam pengupasan, pada proses pembuatan jamu akan lebih mudah dan higienis sehingga jamu yang dihasilkan akan berkhasiat tinggi; (4) Memaksimalkan proses pengolahan ekstraksi jamu karena mesin ini dilengkapi pengaduk sehingga tangan pegawai tidak akan merasa kelelahan lagi serta dilengkapi dengan kompor yang dilengkapi termokontrol sehingga panas yang dihasilkan dapat lebih maksimal; (5) Proses pengekstrakan jamu yang semula 4 jam menjadi 2 jam sehingga waktu pengekstrakan dapat lebih cepat dan hasilnya lebih baik; dan (6) Hemat konsumsi LPG karena kompor dilengkapi electric temperature control.

Klik untuk mulai WA
Hallo !!! Ada yang bisa dibantu
Hallo !!! Ada yang bisa dibantu
Klik tombol panah kirim untuk memulai...